Cegah Penularan Rabies Sejak Dini, Pemkab Landak Lakukan Sosialisasi Zoonosis Kepada Murid Sekolah Dasar

Berita Pemerintahan | Selasa, 23 Juli 2019
cegah-penularan-rabies-sejak-dini-pemkab-landak-lakukan-sosialisasi-zoonosis-kepada-murid-sekolah-dasar

NGABANG- Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat melakukan sosialisasi mengenai bahaya dan pencegahan penyakit rabies kepada anak usia dini yaitu murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Landak. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Maniamas Ngabang itu dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak Alpius, Selasa (23/7/2019) dengan menghadirkan langsung Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif.

Peserta Sosialisasi dan Komunikasi,Informasi dan Edukasi (KIE) Zoonosis Rabies merupakan gabungan murid SD Maniamas dan SD Alfa Omega yang berjumlah 50 orang didampingi oleh Kepala Sekolah, Guru, dan Orang tua maupun Wali SIswa.

Zoonosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia atau sebaliknya. Salah satu yang zoonosis yang ada di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Landak adalah penyakit Rabies. Untuk itu diperlukan upaya yang sistematis dan terpadu dalam pencegahan dan pengendalian melalui komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat dan anak-anak.

Kepala Dinas Pertanian,Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Alpius menyampaikan bahwa tujuan diadakannya sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi Zoonosis Rabies kepada anak-anak bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak- anak tentang sumber penyebaran penyakit rabies beserta ciri-cirinya.

“Jadi ini merupakan kesempatan yang baik untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada anak-anak agar mereka bisa membedakan mana ciri-ciri hewan yang terkena rabies atau tidak,” ujar Alpius.

“Rabies ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya, mengingat anak-anak rentan terkena penyakit ini karena mereka biasanya paling dekat dengan hewan peliharaan,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan,Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif mengungkapkan bahwa sasaran dari sosialisasi ini merupakan anak-anak melihat data korban rabies mayoritas adalah anak-anak sehingga perlu dilakukannya edukasi.

“Program KIE Zoonosis ini memiliki sasaran utama yaitu anak-anak Sekolah Dasar, karena mayoritas korban gigitan anjing di Kalbar adalah anak-anak karena memang mereka sangat dekat dengan hewan peliharaan penular rabies seperti anjing dan kucing,” pungkas Munsif.

Munsif berharap melalui sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dasar tentang bahaya rabies dan pencegahannya bagi anak-anak.

“Kita berharap melalui kegiatan ini meningkatkan kesadaran tentang pentingnya vaksinasi rabies, selain itu anak-anak yang mengikuti kegiatan ini akan dibekali pengetahuan dasar tentang bahaya rabies dan pencegahannya,” ujar Munsif.

Sementara itu Lastri salah satu orang tua siswa yang mengikuti kegiatan ini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah kabupaten Landak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah menggelar Sosialisasi tentang rabies ini kepada anak-anak.

“Sebagai orang tua saya melihat dengan dilakukannya sosialisasi tentang bahaya rabies oleh Pemerintah ini sangat baik agar anak-anak bisa tau bahwa rabies sangat berbahaya bagi mereka,” kata Lastri.

Pers Rilis : Media Center
Editor: Admin
Beberapa teman anda belum membaca berita ini, kirim kepada mereka :


Profil / FAQ / Tautan / Kontak
Hak Cipta © 2019 - 2021 Media Center