Pemkab Landak Tanam Padi Palawakng Generasi Kedua

Berita Pemerintahan | Sabtu, 21 Desember 2019
pemkab-landak-tanam-padi-palawakng-generasi-kedua

LANDAK - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa meminta kepada tim program perbaikan varietas padi lokal Palawakng untuk fokus mengawal perbaikan padi tersebut, guna meningkatkan produktivitas pertanian di Landak.

"Program perbaikan varietas padi lokal Palawakng Gaeng tersebut selain bisa mempertahankan varietas padi lokal asli Kabupaten Landak juga bisa meningkatkan kualitas varietas padi lokal palawakng Gaeng dan hasil produksinya bisa lebih tinggi dari yang biasanya," kata Karolin di Ngabang, Sabtu (21/12/2019).

Untuk itu, dirinya berpesan kepada Tim Program Perbaikan Varietas Padi Lokal Palawakng dan intansi terkait untuk lebih fokus mengawal perbaikan program varietas padi lokal palawakng yang merupakan padi lokal asal kabupaten Landak agar hasilnya bisa sesuai yang kita harapkan.

Seperti diketahui, pemerintah Kabupaten Landak melalui Tim Program Perbaikan varietas padi lokal Palawakng Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) tanam kembali padi lokal palawakng Generasi Ke 2 atau M2 varietas Gaeng, di oto ledang, desa koranji Paedang, Kecamatan Sengah Temila, Jumat (20/12/2019).

Wakil Ketua Tim Program Perbaikan Varietas Padi Lokal Palawakng Lusia Artivinia Natalaga, SP Menyampaikan Bahwa Penanaman yang dilaksanakan pada hari ini adalah penanaman M2 atau generasi Ke dua dari Program Perbaikan Varietas Padi Lokal Palawakng dan Peneliti dari PAIR BATAN langsung hadir pada proses penanaman ini, dikarenakan proses Penanaman harus Sesuai dengan Prosedur yang telah di tetapkan.

"Pada generasi Pertama atau M1 Pemerintah Kabupaten Landak menanam atau mengembangkan tiga varietas padi lokal palawakng yaitu Varietas Salon, Varietas Balacant dan Varietas Gaeng, tetapi di M2 atau generasi kedua ini kami menanam satu varietas saja, hal ini dikarenakan pada hasil panen M1 Varietas Gaeng hasil panenya lebih baik dari Varietas Balacant dan Varietas Salon," katanya.

Sementara itu Peneliti dari Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) DR. Azri Kusuma Dewi menyampikan Penanaman Padi Varietas Gaeng ini ada dua dosis radiasi yaitu 200 Grey dan 300 Grey, di antara itu juga di tanam 0 Gray atau tanpa radiasi sebagi tanaman induknya atau tanaman kontrol.

"Harapan Kami dari PAIR BATAN pada penanaman M2 ini agar kita dapat melakukan seleksi pada generasi ini, dengan tujuan seleksi ini untuk mencari perbaikan sifat atau karakter dari tanaman mutan dibandingkan dari tanaman induknya, dan seleksinya nanti akan di lakukan pada fase Generatif dimana tanaman sudah memasuki pembungaan," kata Azri.

Pers Rilis : Media Center
Editor: Admin
Beberapa teman anda belum membaca berita ini, kirim kepada mereka :


Profil / FAQ / Tautan / Kontak
Hak Cipta © 2019 - 2021 Media Center