Buka Sosialisasi Emat Pilar, Bupati Karolin : Kita Tidak Bisa Punya Cita-cita Kalau Tidak Merdeka

Berita Pemerintahan | Selasa, 26 Maret 2019
buka-sosialisasi-emat-pilar-bupati-karolin-kita-tidak-bisa-punya-cita-cita-kalau-tidak-merdeka

NGABANG - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengungkapkan, tanpa adanya kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia, sulit untuk mewujudkan cita-cita dalam bernegara.

Hal tersebut diungkapkan Karolin saat membuka Sosialisasi Empat Pilar oleh DPRD Kabupaten Landak di SMA Negeri 1 Menjalin, Selasa (26/3/2019).

"Tanpa landasan berbangsa dan bernegara, kita tidak akan seperti sekarang yang bisa bersekolah dan punya cita-cita setinggi langit, kalau kita tidak punya kemerdekaan sulit untuk mewujudkan stabilitas ekonomi dan stabilitas keamanan sebagai suatu bangsa dan negara," ujar Karolin.

Karolin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Landak saat ini sedang membangun patung proklamator yang juga presiden Indonesia pertama Soekarno di Kota Ngabang.

Pembangunan patung tersebut sekaligus untuk mengingatkan masyarakat dan mengingatkan bangsa Indonesia bahwa masyarakat Landak juga merupakan salah satu inspirasi dari lahirnya Pancasila.

"Masyarakat Landak adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi Pancasila itu bukan diciptakan oleh seseorang, tapi hasil dari melihat kondisi bangsa Indonesia yang kemudian menggabungkannya menjadi satu sehingga kita dapat menerimanya," ujar Karolin.

Sukarno, sambung Karolin, memikirkan bagaimana supaya bangsa Indonesia bisa bersatu, sehingga Pancasila dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Termasuk oleh orang Landak karena tidak jauh dari filosofi kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Landak Heri Saman menambahkan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sangat perlu untuk terus disosialisasikan dan diterapkan ke masyarakat.

"Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam, kita harus memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Heri.

Saat ini, sambung Heri, banyak sekali orang-orang yang ingin merubah dasar negara. Apabila berubah, bisa dipastikan kehidupan berbangsa dan bernegara juga ikut berubah, sehingga mempertahankan Pancasila  menjadi sesuatu yang sangat penting.

"Salah satu yang ada dalam sila ke empat yaitu untuk memusyawaratkan perwakilan, representasinya adalah sistem pemerintahan Indonesia yang salah satunya menganut sistem legislatif sebagai perwakilan dari rakyat," ungkap Heri Saman.

Pers Rilis : Media Center
Editor: Admin
Beberapa teman anda belum membaca berita ini, kirim kepada mereka :


Profil / FAQ / Tautan / Kontak
Hak Cipta © 2019 - 2020 Media Center