Bupati Karolin : FKUB Ujung Tombak Kerukunan Jelang Pemilu 2019

Berita Pemerintahan | Rabu, 12 Juni 2019
bupati-karolin-fkub-ujung-tombak-kerukunan-jelang-pemilu-2019

NGABANG - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan salah satu ujung tombak kerukunan yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam terwujudnya kerukunan umat beragama di daerah.

"Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas kerukunan hidup beragama melalui pembinaan, monitoring dan evaluasi sehingga sejak dini dapat diprediksi adanya potensi konflik dimasyarakat," ungkap Karolin saat membuka acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di halaman Kantor Bupati Landak, Kamis (28/3/2019) malam.

Karolin menambahkan, peran FKUB saat ini semakin diperlukan, karena sampai saat ini pemerintah masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan keagamaan yang belum selesai yang mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia. Mulai dari pendirian rumah ibadah, penistaan agama, aliran keagaamaan, dan radikalisme.

"Oleh karena itu dalam mensukseskan Pemilu serentak 2019 ini, FKUB sangat dibutuhkan dalam menjaga kerukunan umat beragama, agar masyarakat tidak  mudah terpengaruh oleh janji-janji politik dan isu-isu penistaan dan penodaan agama," ujar Karolin.

Melalui KKR yang dilaksanakan oleh FKUB ini pula, diharapkan Pemerintah Kabupaten Landak dapat membangun kerjasama dengan saling bersinergis meningkatkan kualitas kehidupan antar umat beragama dan mewujudkan kerukunan nasional.

Kegiatan KKR yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Landak ini mengusung tema Kebangsaan, Keagamaan dan Keberagaman dalam Rangka Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Kabupaten Landak.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga meminta masyarakat, khususnya warga Kabupaten Landak untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput dalam pemilu.

"Kita semua sama, diberi hak suara yang sama dalam pemilu. Untuk itu saya minta masyarakat Landak untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang," ujar Karolin.

Karolin juga berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial dengan menghindari dan tidak menyebarkan kabar bohong (hoax) serta isu-isu bernuansa suku, agama, ras dan antar-golongan (sara).

"Saya minta bijak lah dalam bermedia sosial, jangan gampang percaya atau terpancing berita hoax atau kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya, agar pemilu berjalan dengan aman dan lancar," imbau Karolin.

Pers Rilis : Media Center
Editor: Admin
Beberapa teman anda belum membaca berita ini, kirim kepada mereka :


Profil / FAQ / Tautan / Kontak
Hak Cipta © 2019 - 2020 Media Center