Pemkab Landak Genjot Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar

Berita Pemerintahan | Sabtu, 02 Maret 2019
pemkab-landak-genjot-kemampuan-membaca-siswa-sekolah-dasar

NGABANG - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia yang berkualitas, salah satunya dengan cara meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar.

Salah satu upaya tersebut diantaranya dengan menggandeng Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh WVI pada tahun 2017 di 26 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo, masih banyak siswa kelas 3 SD yang belum bisa membaca.

Dari survei tersebut, sebanyak 49 persen siswa kelas 3 yang belum bisa membaca sesuai usianya, bahkan beberapa sekolah ada yang mencapai 85 persen siswa kelas 3 yang tidak bisa membaca.

Koordinator Pendidikan WVI, Venny Samosir mengungkapkan, hasil survei tersebut yang kemudian melatarbelakangi Program Wahana Literasi yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Landak.

"Tujuan diadakannya Program Wahana Literasi ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada para guru dalam memberikan pengajaran membaca kepada murid SD kelas bawah terutama kelas 3 dengan cara yang kreatif sehingga murid bisa membaca dan memahami teks bacaan dengan cepat," ujar Venny, Sabtu (2/3/2019).

Venny menambahkan, program tersebut sudah mulai dilaksanakan di SD Negeri 05 Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo pada Jumat (1/3/2019).

"Kita melakukan survei di 26 Sekolah terkait dengan kemampuan membaca anak-anak terutama yang kelas 3. Kalau melihat tingkatan usia harusnya kelas 3 SD itu sudah bisa membaca," ujar Venny.

"Artinya kalau diberikan teks harusnya mereka bukan hanya sudah bisa membaca tetapi juga memahami isi dari teksnya," tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Buyung mengatakan, pihaknya merespon masalah tersebut dengan menggenjot kemampuan membaca para siswa melalui Program Wahana Literasi hasil kerjasama dengan WVI.

Saat ini telah dipilih dua sekolah rintisan yang melaksanakan program Wahana Literasi yaitu SD Negeri 05 Angan Tembawang dan SD Negeri 06 Pawis Hilir di Kecamatan Jelimpo.  

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan WVI, dua sekolah ini adalah sekolah yang muridnya punya kesulitan membaca terbesar yang hampir semua murid kelas 3 tidak bisa membaca," ungkap Buyung.

Dalam Program Wahana literasi ini, guru diberikan pelatihan dan keterampilan bagaimana mengajarkan membaca kepada anak-anak dengan cara yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Adapun media yang dipakai untuk mengajar yaitu berupa kartu huruf, kartu kata dan media literasi lainnya yang ditempel pada dinding kelas.

Selain itu juga belajar dengan menggunakan permainan supaya anak-anak terpancing untuk mengetahui hurufnya.

Sementara itu, Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa berharap program ini nantinya bisa terus berkembang untuk semua sekolah yang sebagian besar muridnya masih belum bisa membaca,  sehingga output yang didapat salah satunya adalah adanya perubahan pada kemampuan membaca murid.

“Harapan kita program ini juga bisa diterapkan disekolah lainnya yang ada di Kabupaten Landak, sehingga murid kelas 3 yang awalnya punya kesulitan membaca menjadi bisa membaca dan memahami isi bacaan itu," ujar Karolin.

"Ini merupakan salah satu upaya kita dari pemerintah untuk meningkatkan dan mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas serta memiliki daya saing di Kabupaten Landak," pungkas Karolin.

Pers Rilis : Media Center
Editor: Admin
Beberapa teman anda belum membaca berita ini, kirim kepada mereka :


Profil / FAQ / Tautan / Kontak
Hak Cipta © 2019 - 2020 Media Center